New Release

YBBU meluncurkan buku Abdullah Hafid Pas

News image

YBBU baru saja meluncurkan buku Abdullah Hafid Pasiangan: Membangun Entrepreneurship Menjelang Pensiun. Buku ini diterbitkan hasil kerjasama dengan Penerbit BIP (Kelompok Gramedia). Buku biografi yang ditulis oleh Kendrick Sumolang dan ...

Saturday, 7 March 2009

Read more
More in: Book

Latest News

  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Gathering YBBU & Partners

News image

Gathering YBBU & Partners“Mengembangkan Pelayanan Yang Holistik”Pada Senin, 10 Mei 2010 Yayasan Bina Bangsa Unggul & partners kembali mengadakan gathering di Petra Hall, Mal Golden Truly, Jl. Gunung Sahari - ...

Wednesday, 12 May 2010

Read more

Fellowship Fungsionaris YBBU Awal Tahun

News image

Fellowship Fungsionaris YBBU Awal Tahun 2010 Awal tahun dipandang sebagai golden time untuk mengevaluasi apa yang sudah dicapai sepanjang tahun dan merancang masa depan yang diharapkan. Pada 21 Januari 2010, bertempat ...

Tuesday, 16 February 2010

Read more

PERJALANAN YBBU KE PADANG PARIAMAN

News image

PERJALANAN YBBU KE PADANG PARIAMAN25-27 JANUARI 2010BANGUN KEMBALI MESJID YANG RUNTUHYayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia dan partners mendirikan sebuah mesjid yang runtuh akibat gempa di Padang Pariaman, tepatnya di ...

Tuesday, 16 February 2010

Read more

PAUD PELITAKU hadir di Kampung Dumpit

News image

PAUD PELITAKU HADIR DI KAMPUNG DUMPITPada Sabtu, 23 Januari 2010 telah diresmikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) PELITAKU di tengah pemukiman warga yang sangat sederhana di Kampung Dumpit, Kelurahan Gandasari, ...

Friday, 5 February 2010

Read more

Rayakan Natal Bersama Anak Jalanan

News image

Rayakan Natal Bersama Anak JalananGudang dengan tanah yang luas di dekat perempatan Palmerah – Tanah Abang itu tidak seperti biasanya. Tempat yang biasanya sepi dan hanya dijaga oleh security itu ...

Wednesday, 23 December 2009

Read more

Sebuah Harapan Terselip Diantara Kali da

News image

Sebuah Harapan Terselip Diantara Kali dan IndustriKamis pagi, 29 Oktober 2009, pada pukul 09.30 WIB tim YBBU meluncur dari kantor YBBU menuju Kampung Baru, Cakung. Daerah masyarakat pra sejahtera yang ...

Monday, 9 November 2009

Read more

Haggai Institute 22-24 Okt 2009

News image

Seminar Kepemimpinan Haggai Institute Luar Biasa!Sebanyak 29 peserta dari berbagai institusi dan lembaga pelayanan sosial, diantaranya; Yayasan Bina Bangsa Unggul dan Mal Golden Truly, Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia, ...

Monday, 2 November 2009

Read more

TBLF with Wong Kim Kong

News image

Mengubah Keterbatasan Menjadi KekuatanSementara banyak orang beralasan bahwa keterbatasan, terutama secara fisik, merupakan penghambat untuk mencapai kehidupan yang maksimal, tidak demikian dengan Wong Kim Kong.  Jumat, 11 September 2009 bertempat ...

Thursday, 22 October 2009

Read more

Membangun daerah menuju Indonesia bangki

News image

MEMBANGUN DAERAH MENUJU INDONESIA BANGKITPada Kamis, 19 Juni 2009 YBBU menyelenggarakan acara dialog dan peluncuran buku karya Prof.Dr.Ermaya Suradinata, SH, MS, MH. Acara dibuka dengan makan siang bersama dalam suasana ...

Tuesday, 20 October 2009

Read more
More in: Latest News

Agenda Of YBBU

No current events.

Facebook

Whos Online

We have 5 guests online
You are here -> Home News
News
Gathering YBBU & Partners PDF Print E-mail
Written by website admin   
Wednesday, 12 May 2010 08:05
Gathering YBBU & Partners
“Mengembangkan Pelayanan Yang Holistik”

Pada Senin, 10 Mei 2010 Yayasan Bina Bangsa Unggul & partners kembali mengadakan gathering di Petra Hall, Mal Golden Truly, Jl. Gunung Sahari - Jakarta Pusat. Sebagai fasilitator, YBBU mengundang berbagai lembaga pelayanan sosial untuk berkumpul agar saling bersinergi dalam pelayanan. Partners YBBU yang hadir dalam acara tersebut antara lain; Habitat for Humanity Indonesia, Yayasan Cinta Anak Bangsa, Obor Berkat Indonesia, Yayasan Bina Mandiri Indonesia, Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia, Yayasan Moriah, Haggai Leadership Institute dan RBC Indonesia. Selain partners yang berasal dari lembaga pelayanan sosial, hadir juga partners perseorangan. Tidak kurang dari 30 orang hadir dalam acara gathering kali ini. Tujuan dari acara ini adalah untuk membangun networking yang lebih luas lagi dalam bidang pelayanan sosial.

Gathering ini dimulai dengan makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan. Momen ini juga dimanfaatkan para partners yang selama ini sudah sering berhubungan via telepon tetapi belum pernah bertatap muka. Acara gathering dimulai pada pukul 12.30 WIB dengan ucapan selamat datang serta tujuan diadakannya gathering dari YBBU selaku host. Sebelum para partners mempresentasikan aktifitas mereka saat ini, gathering dibuka dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ibu Ria Pasaribu. Ibu Ria menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang terdesak dan sangat membutuhkan pelayanan yang holistik. Tiga poin yang dibagikan antara lain; to act justly (berlaku adil), to love mercy (mencintai belas kasihan), to walk humbly (hidup dengan rendah hati).

Selanjutnya para partners diberikan kesempatan untuk sharing dan memberikan informasi mengenai pelayanannya terkini. Bertindak selaku moderator Bapak Handoko Ngadiman. Pada momen ini para partners saling belajar satu sama lain. Hal ini terlihat banyaknya partners yang mengajukan pertanyaan karena ingin membutuhkan informasi lebih. Informasi yang disampaikan melalui video presentasi serta foto-foto sangat membantu para partners untuk mengenal satu sama lain.

Para partners juga saling bertukar kartu nama dan nomor telepon untuk kerjasama di kemudian hari. Para partners juga menginginkan acara semacam ini diadakan tidak hanya setahun sekali, tetapi dua atau tiga kali. Acara gathering baru selesai pada pukul 16.00 WIB dan diakhiri dengan foto bersama. Sampai jumpa pada acara gathering berikutnya.***
 
 
 


Last Updated on Wednesday, 12 May 2010 08:23
 
Fellowship Fungsionaris YBBU Awal Tahun 2010 PDF Print E-mail
Written by website admin   
Tuesday, 16 February 2010 06:53
Fellowship Fungsionaris YBBU Awal Tahun 2010

 

Awal tahun dipandang sebagai golden time untuk mengevaluasi apa yang sudah dicapai sepanjang tahun dan merancang masa depan yang diharapkan. Pada 21 Januari 2010, bertempat di Olive Tree, Hotel Nikko, Jakarta Fungsionaris YBBU mengadakan fellowship awal tahun sekaligus jamuan makan siang. Di tengah-tengah kesibukan para pemimpin YBBU, pada kesempatan tersebut hadir Dewan Kehormatan YBBU; Bapak Marzuki Usman, SE, MA, Bapak Prof.DR.Ermaya Suradinata, SH, MH, MS dan Ibu Poppy Dharsono. Dewan Penasehat Bapak Mayjen TNI (Purn) Jusuf Domi serta Dewan Pengawas Bapak Brigjen TNI (Purn) Andreas Mere dan Bapak R.B Iskandar Kristantoro.

Dalam pertemuan tersebut Ketua YBBU, Bapak Haryaman Sunggono secara khusus melaporkan beberapa hal, yaitu; kegiatan pelayanan sosial yang sudah dilaksanakan sepanjang tahun 2009, rencana kerja sepanjang tahun 2010 sekaligus meminta masukan dari Dewan Pengurus untuk langkah-langkah YBBU ke depan.

Salah satu topik utama yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan karakter melalui dunia pendidikan. Karakter yang baik, pikiran yang positif, keterbukaan dan saling menghargai perbedaan harus ditanam sejak sedini mungkin. Sebab itu, YBBU memiliki visi membangun 10 Taman Kanak-Kanak selama 5 tahun mendatang. Anak-anak usia dini, terutama dari keluarga ekonomi lemah mendapat perhatian khusus dari program kerja YBBU di masa mendatang. Semua anak-anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang terbaik supaya menjadi generasi yang unggul.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last Updated on Tuesday, 20 July 2010 07:14
 
PERJALANAN YBBU KE PADANG PARIAMAN PDF Print E-mail
Written by website admin   
Tuesday, 16 February 2010 06:48
PERJALANAN YBBU KE PADANG PARIAMAN
25-27 JANUARI 2010


BANGUN KEMBALI MESJID YANG RUNTUH

Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia dan partners mendirikan sebuah mesjid yang runtuh akibat gempa di Padang Pariaman, tepatnya di Korong Guguk, Nagari Lurah Ampalu, Kec. VII Koto. Masjid tersebut dibangun bersama-sama oleh para relawan dan masyarakat setempat. Kiranya dengan berdirinya mesjid ini kembali masyarakat setempat memiliki tempat beribadah berjamaah yang layak. Terima kasih kepada para donatur yang telah membantu baik secara moril maupun materil.

  

 

KERAJINAN PERAK KARYA PUTRA KORONG GUGUK

Bakrie (29 tahun), putra daerah yang mengembangkan kerajinan perak di Korong Guguk. Wali (lurah) Korong Guguk  yang hanya lulusan SD ini mendapatkan keahlian membuat aksesoris dari bahan baku perak ini ketika merantau di Jambi. Ia melatih belasan pemuda menjadi pengrajin perak. Hasilnya berupa kalung, gelang dan anting-anting yang cantik. Namun ketika gempa, mesin-mesin dan peralatan mereka juga ikut rusak. Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia dan partners membantu membelikan mesin dan peralatan yang baru agar mereka dapat menghasilkan uang kembali. “Kami memberikan kail kepada mereka, agar mereka dapat memancing ikan.” Saat ini usaha mereka dapat berjalan dengan baik berkat dukungan dari para donatur. Hasil karyanya dipasarkan di Bukit Tinggi. Tidak mustahil suatu hari nanti juga merambah sampai ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, bahkan manca negara.

 

      

 

BANTUAN UNTUK SD NEGERI 33 KEC VII KOTO SUNGAI SARIK

Gempa telah meluluhlantahkan gedung SDN 33 VII Koto Sungai Sarik. Semua kelas sampai rumah dinas guru pun runtuh seketika. Satu-satunya bangunan yang tersisa hanyalah ruangan kepala sekolah. Untuk kelangsungan kegiatan belajar-mengajar, pemerintah setempat membangun sebuah sekolah darurat. Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia dan partners membantu membelikan meja, kursi serta lemari yang baru.


Saat ini jumlah murid dari kelas 1 sampai kelas 6 SD ada 70 orang. Ada 4 orang guru yang sudah berstatus Pegawai Negari Sipil dan 3 orang guru honorer, hanya dengan gaji Rp.250.000,-/bulan.

Selain itu, ada 2 orang guru perempuan setiap hari pulang pergi dari ibukota Padang dengan jarak tempuh pulang pergi sekitar 150 km/jam, menggunakan motor dan bus umum karena rumah guru di SD di tempat ini tidak layak huni. Murid-murid kadang baru masuk sekolah pada pukul 9 pagi karena sang guru baru tiba. Jika hujan lebat datang, sang guru pun tidak dapat datang mengajar karena kondisi jalan yang buruk.

Kebanyakan anak-anak hanya lulus SD karena kendala biaya dan juga jarak tempuh yang cukup jauh jika harus melanjutkan ke tingkat SMP. Anak-anak jarang belajar di rumah karena harus membantu orang tua bekerja di sawah atau beternak. Selain itu, lemahnya infrastruktur seperti kurangnya sarana transportasi dan buruknya kondisi jalan menyebabkan daerah ini tertinggal.

 

 

RENCANA PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI DAN KOPERASI

Saat ini Yayasan Bina Bangsa Unggul, Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia sedang menjajaki kerjasama untuk membangun kembali saluran irigasi yang terputus akibat tanah longsor dan gempa. Putusnya saluran irigasi sepanjang 3 km itu menyebabkan sawah seluas 150 hektar itu tidak mendapat pasokan air. Akibatnya, masyarakat tidak dapat lagi menanam padi dalam waktu dekat. Sebagai alternatif, kami sedang mendampingi para petani untuk mencoba menanam nilam. Nilam merupakan bahan baku pembuat parfum dan obat-obatan. Mudah-mudahan budidaya nilam dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih baik bagi para petani.

Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia juga sedang mendampingi masyarakat agar dapat mendirikan sebuah koperasi guna kepentingan bersama. Koperasi merupakan pilar ekonomi kerakyatan yang harus terus dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Last Updated on Tuesday, 16 February 2010 09:14
 
PAUD PELITAKU hadir di Kampung Dumpit PDF Print E-mail
Written by website admin   
Friday, 05 February 2010 06:29
PAUD PELITAKU HADIR DI KAMPUNG DUMPIT

Pada Sabtu, 23 Januari 2010 telah diresmikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) PELITAKU di tengah pemukiman warga yang sangat sederhana di Kampung Dumpit, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jati Uwung, Tangerang, Banten. Sebagian warga yang bermukim di wilayah tersebut adalah pendatang yang bekerja sebagai karyawan pabrik, pemulung dan collector.

Warga Kampung Dumpit RT 03/RW 05 ini menempati lahan sebuah pabrik yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat kurang mampu. Namun jika hujan datang, warga harus siap siaga mengamankan barang-barang di rumah karena daerah tersebut rawan banjir.

Warga mengaku senang dengan kehadiran PAUD PELITAKU di kampung mereka, sebagai PAUD satu-satunya saat ini. Seperti pengakuan Ibu Atik berikut ini, “Dengan adanya PAUD di tempat ini, kedua anak saya bisa sekolah sejak usia dini. Saya juga senang karena sekolah di sini gratis. Jadi dapat meringankan beban kami.” Sedangkan Bapak Max berpendapat, “Kami tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi lagi dengan dibukanya PAUD di kampung ini.” Adapun jumlah anak-anak yang bersekolah di PAUD PELITAKU berjumlah 35 orang anak.

PAUD PELITAKU merupakan pengembangan dari Sanggar Moriah yang didirikan oleh Yayasan Moriah. Pendiri Yayasan Moriah, Bapak Gunar Sahari dalam sambutannya berkata, “Pada zaman dulu orang buta huruf itu apabila tidak bisa baca-tulis. Tetapi zaman sekarang orang buta huruf jika tidak bisa berbahasa Inggris.” Sebab itu, salah satu pelajaran yang diajarkan di PAUD PELITAKU adalah bahasa Inggris. Rencananya pada tahun ajaran 2010/2011 juga akan dibuka TK PELITAKU di tempat ini. Tokoh masyarakat setempat yang hadir dalam acara pembukaan, Bapak Haji Namin, menyambut hangat pembukaan PAUD dan TK PELITAKU. Selamat atas pembukaan PAUD PELITAKU. Kiranya dapat menjadi pelita di tengah pemukiman yang sederhana.
 
 
 
 
PAUD PELITAKU

 
 
Di tengah pemukiman warga

 

 

Anak-anak PAUD PELITAKU

 



 
Rayakan Natal Bersama Anak Jalanan PDF Print E-mail
Written by website admin   
Wednesday, 23 December 2009 08:16
Rayakan Natal Bersama Anak Jalanan

Gudang dengan tanah yang luas di dekat perempatan Palmerah – Tanah Abang itu tidak seperti biasanya. Tempat yang biasanya sepi dan hanya dijaga oleh security itu pada Sabtu pagi, 11 Desember 2009 ramai dikunjungi orang-orang. Sekitar 750 orang anak, ditambah kira-kira 100 anak remaja dan dewasa, berkumpul untuk merayakan Natal yang diselenggarakan oleh Yayasan Moriah. Mereka sudah hadir dan berkumpul sejak pukul 08.00 pagi, memakai mahkota balon berwarna-warni dan mengenakan T-shirt bertuliskan LOVE. Anak-anak dari keluarga masyarakat pra sejahtera ini datang dari beberapa daerah di Jakarta, diantaranya; Tanah Abang, Slipi, dll. “Saya mendapat informasi ada perayaan Natal di tempat ini dari kelurahan,” ucap Rahmat yang datang membawa ketiga anaknya.

Suasana ceria dan sukacita Natal terpancar dari aksi dan wajah polos anak-anak yang hadir. Meskipun suara gaduh anak-anak berkumandang, tetapi sikap mereka tetap tertib dan dapat diarahkan dengan baik. Apalagi ada penampilan pantomim yang tidak hanya mengundang perhatian anak-anak, namun juga memberikan pesan moral yang mendidik dibalik setiap ucapan dan gerakan. Dan kali ini, ketiga pemain pantomim ingin menyampaikan pesan bahwa Natal adalah mengasihi orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan pengharapan, terutama kepada orang yang kurang mampu.

Sementara itu, tidak kalah seru suasana di kelompok remaja. Mereka merayakannya dengan aneka permainan teamwork yang kreatif, dipandu oleh pemuda remaja dari GBI Intercon dan Seminari Bethel. Selain dapat menikmati makan siang bersama, semua yang hadir dapat membawa pulang hadiah Natal berupa kue kering yang gurih.

Sebelumnya, Jumat, 11 Desember 2009, Yayasan Lima Roti Dua Ikan Indonesia juga menyelenggarakan perayaan Natal bersama anak-anak jalanan di GBI Samanhudi, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai jockey tree in one, pemulung dan pengamen. Sekelompok pemuda dan pasangan muda yang tergabung dalam Community of Love (Cool) in Marketplace juga berbagi kasih Natal dengan para pemulung dan tunawisma di daerah sekitar stasiun Juanda, Senen dan Cempaka Putih. Mereka memberikan kejutan nasi kotak pada tengah malam hari menjelang Sabtu pagi, 12 Desember 2009 dengan iring-iringan motor. Ketika anak-anak jalanan di daerah perempatan ITC Cempaka Mas melihat iring-iringan ‘pasukan’ Cool in Marketplace membawa nasi kotak, mereka segera berlari dan menyerbu sasaran. “Om, bagi dong. Minta dua ya, satu lagi buat teman saya,” ucap seorang anak tanpa alas kaki.

Berdasarkan penelusuran YBBU di beberapa kegiatan Natal untuk anak jalanan, kondisi orang miskin di Jakarta (yang tentunya mewakiliki kondisi Indonesia) semakin memprihatinkan. Jika tidak difasilitasi, maka yang miskin akan semakin miskin. Nampaknya bidang pendidikan harus menjadi perhatian yang serius dan agenda utama pemerintah, swasta dan masyarakat. Jika pendidikan lemah, maka bodohlah rakyat. Dan kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan. Jadi, untuk mengentaskan kemiskinan, benahi sistem pendidikan di Indonesia terlebih dahulu.

Reported by Kendrick Sumolang.
 
 
 

 
 
 
 
 
 

 
 

 
 
 
 

 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3
Copyright ©2009 Yayasan Bina Bangsa Unggul